Bupati Gowa Tegas: TPA Cadika Milik Pemkab, Jalan Akses Tak Boleh Ditutup
GOWA, ZATERANEWS.COM – Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang menegaskan bahwa lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cadika di Desa Pabentengang, Kecamatan Bajeng, merupakan aset sah milik Pemerintah Kabupaten Gowa.
Penegasan itu disampaikan Husniah untuk meluruskan polemik yang berkembang terkait status lahan maupun penutupan akses jalan menuju lokasi TPA yang dalam beberapa hari terakhir berdampak pada terganggunya pengangkutan sampah di wilayah Sungguminasa dan sekitarnya.
Dalam konferensi pers di Warkop Obie, Jalan Tun Abdul Razak, Kamis (24/9/2026), Husniah menyebut lahan TPA Cadika seluas 9,4 hektare telah dibebaskan pemerintah sejak tahun 2021.
“Lokasi TPA Cadika seluas 9,4 hektare adalah milik Pemerintah Kabupaten Gowa dan sudah dibebaskan sejak tahun 2021. Lokasi ini terbagi menjadi tiga bagian, yang sudah bersertifikat seluas 3,6 hektare, sementara bagian lainnya sementara berproses dan sudah memiliki keterangan hak,” tegas Husniah.
Dalam konferensi pers tersebut, Bupati Gowa didampingi, Plh Sekda Gowa, Firdaus Madjid serta Muhammad Alif, Penata Kadastral Ahli Pertama Kantor BPN Gowa.
Pemkab Kantongi Dasar Kepemilikan
Untuk memastikan legalitas lahan tersebut, Pemkab Gowa juga telah melakukan konsultasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gowa.
Menurut Husniah, seluruh proses administrasi dan kepemilikan lahan telah menjadi perhatian pemerintah sehingga tidak ada keraguan terkait status lokasi yang saat ini digunakan sebagai TPA Cadika.
Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan seluruh aset daerah memiliki dasar hukum yang jelas.
Jalan Menuju TPA Disebut Fasilitas Umum
Selain menegaskan status lahan, Husniah juga menyoroti persoalan penutupan akses jalan menuju TPA Cadika.
Ia menyatakan hasil investigasi pemerintah menunjukkan jalan tersebut merupakan fasilitas umum yang telah digunakan masyarakat sejak lama dan bahkan pernah diaspal oleh pemerintah.
“Terkait jalan menuju lokasi TPA Cadika, kami sudah melakukan investigasi. Ternyata jalan ini sudah dilakukan pengaspalan sejak tahun 2011 oleh Dinas PU dan tidak mungkin pemerintah melakukan itu kalau jalan tersebut milik pribadi,” ujarnya.
Karena itu, Pemkab Gowa berharap tidak ada lagi upaya penutupan jalan yang dapat menghambat aktivitas pengangkutan sampah menuju lokasi TPA.
Meski demikian, pemerintah tetap membuka ruang komunikasi dengan pihak-pihak yang masih mempersoalkan keberadaan jalan maupun lokasi TPA tersebut.
Sampah Jangan Jadi Persoalan Berkepanjangan
Husniah menegaskan persoalan sampah tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Menurutnya, dampak penumpukan sampah bukan hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan masyarakat.
“Saya tidak ingin persoalan sampah ini berlarut-larut karena ini menyangkut kebersihan, kesehatan dan keindahan lingkungan. Yang terpenting juga karena ada program Bapak Presiden yang harus kita jalankan,” tandasnya.
Apresiasi Warga yang Turun Tangan
Di tengah polemik yang terjadi, Bupati Gowa memberikan apresiasi kepada masyarakat yang secara sukarela membantu menangani tumpukan sampah selama hampir sepekan terakhir.
Salah satunya adalah seorang warga bernama Ria yang mengerahkan 22 unit truk untuk mengangkut sampah yang menumpuk di sejumlah titik di Kota Sungguminasa.
Menariknya, seluruh biaya operasional, termasuk bahan bakar kendaraan, ditanggung secara pribadi dan sampah yang diangkut dibuang ke lahan miliknya sendiri.
Menurut Husniah, aksi tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan masih sangat tinggi dan patut diapresiasi.
Ajak ASN, TNI-Polri dan Warga Bersih-Bersih Massal
Sebagai langkah percepatan pemulihan kondisi lingkungan, Husniah mengajak seluruh elemen masyarakat, ASN, TNI, Polri, komunitas dan warga untuk turun bersama melakukan aksi bersih-bersih pada Jumat (25/9/2026).
Gerakan tersebut diharapkan mampu mengembalikan kebersihan Kota Sungguminasa dan wilayah sekitarnya setelah sempat terdampak gangguan pengangkutan sampah.
“Ini semua untuk kepentingan kita bersama,” pungkasnya.
Related Articles