Jembatan Gantung Lambere Hampir Rampung, Progres Tahap V Tembus 91,85 Persen
GOWA, ZATERANews.COM – Harapan masyarakat Desa Buakkang, Kecamatan Bungaya, untuk memiliki akses penyeberangan yang lebih aman dan layak segera terwujud. Pembangunan Jembatan Gantung atau Jembatan Perintis Tahap V di Sungai Lambere kini memasuki tahap akhir dengan progres pekerjaan mencapai 91,85 persen.
Capaian tersebut merupakan hasil kerja sama dan gotong royong antara personel TNI dan masyarakat yang terus berlangsung sejak dimulainya pembangunan infrastruktur penghubung tersebut.
Pengerjaan jembatan yang berlokasi di Sungai Lambere, Desa Buakkang, Kabupaten Gowa, Sabtu (26/9/2026), melibatkan personel gabungan dari Yonzipur, Zibang, Yon TP, Babinsa Kodim 1409/Gowa serta warga setempat.
TNI dan Warga Kebut Penyelesaian Proyek
Semangat kebersamaan terlihat dalam setiap tahapan pembangunan. Personel TNI bersama masyarakat bahu-membahu menyelesaikan berbagai pekerjaan konstruksi agar jembatan dapat segera dimanfaatkan warga.
Berkat kekompakan seluruh unsur yang terlibat, progres pembangunan kini telah mencapai 91,85 persen atau tinggal menyisakan pekerjaan penyempurnaan sebelum dapat difungsikan secara penuh.
Pembangunan jembatan tersebut menjadi salah satu solusi atas kendala geografis yang selama ini dihadapi masyarakat di wilayah pegunungan Bungaya.
Buka Akses Ekonomi dan Pendidikan
Keberadaan Jembatan Gantung Lambere memiliki arti penting bagi warga Desa Buakkang dan daerah sekitarnya.
Selama ini, akses penyeberangan menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat.
Dengan rampungnya jembatan tersebut, mobilitas warga diperkirakan akan jauh lebih mudah, aman dan efisien.
Selain memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, jembatan itu juga akan mendukung akses pendidikan, pelayanan sosial serta berbagai aktivitas lainnya yang selama ini bergantung pada jalur penyeberangan di Sungai Lambere.
Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Pembangunan Jembatan Gantung Lambere juga menjadi bukti nyata kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membangun wilayah.
Keterlibatan langsung masyarakat dalam proses pembangunan menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan berbagai kebutuhan infrastruktur di daerah.
TNI bersama masyarakat berkomitmen menuntaskan seluruh pekerjaan yang tersisa agar jembatan dapat segera digunakan dan memberikan manfaat bagi warga.
Tinggal Selangkah Menuju Peresmian
Dengan progres yang telah mencapai 91,85 persen, Jembatan Gantung Tahap V Sungai Lambere kini tinggal selangkah lagi menuju penyelesaian.
Masyarakat pun berharap keberadaan jembatan tersebut dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi desa sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kecamatan Bungaya.
Lebih dari sekadar sarana penyeberangan, Jembatan Lambere menjadi simbol kolaborasi, gotong royong dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi. (*)
Related Articles