Wabup Bone Jemput Bola ke KKP, Kampung Nelayan Merah Putih Didorong Segera Dibangun
BONE, ZATERANEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Bone terus bergerak mempercepat realisasi Program Kampung Nelayan Merah Putih yang menjadi salah satu program strategis pemerintah pusat di sektor kelautan dan perikanan.
Komitmen itu ditunjukkan langsung Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin, dengan mendatangi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Jakarta, Selasa (22/9/2026), guna memastikan seluruh tahapan dan persyaratan program dapat segera dituntaskan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi "jemput bola" yang kini ditempuh Pemkab Bone agar program pembangunan kawasan nelayan tidak tersendat pada persoalan administrasi maupun perizinan.
Kampung Nelayan Merah Putih Masuk Tahap Persiapan
Dalam pertemuan tersebut, Andi Akmal diterima Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan KKP, Dr. Ady Candra, S.Pi., M.Si., bersama jajaran yang membidangi pengembangan kelembagaan usaha nelayan, akses pembiayaan, diversifikasi usaha hingga pembangunan dan penataan Kampung Nelayan.
Turut mendampingi Wabup Bone, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bone, Hasnawati Ramli.
Salah satu pembahasan utama adalah kesiapan lokasi Kampung Nelayan Merah Putih yang berdasarkan hasil identifikasi KKP berada di kawasan sempadan sungai.
Kondisi tersebut membuat sejumlah dokumen teknis dan perizinan harus lebih dahulu dipenuhi agar pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan.
KKP Ingatkan Pentingnya Kelengkapan Administrasi
Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan KKP, Ady Candra, menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum guna membantu percepatan rekomendasi teknis dari Balai Wilayah Sungai (BWS).
Meski demikian, pengajuan permohonan dan pemenuhan dokumen tetap menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
“Harapannya ada dukungan percepatan untuk proses mendapatkan rekomendasi teknis dari BWS. Namun proses mendapatkan rekomendasi teknis dan izin tetap berdasarkan permohonan dari pemerintah daerah,” ujar Ady Candra.
Ia menegaskan, KKP siap memberikan pendampingan dan asistensi kepada Pemkab Bone agar seluruh persyaratan yang dibutuhkan dapat segera dipenuhi.
Wabup Bentuk Tim Khusus
Merespons arahan tersebut, Andi Akmal memastikan Pemkab Bone tidak ingin kehilangan momentum.
Ia meminta perangkat daerah terkait menyiapkan tim khusus yang fokus mengawal seluruh proses administrasi hingga program dapat direalisasikan.
“Insyaallah tim kami dari dinas terkait nanti menugaskan satu orang. Program ini betul-betul ada tim khusus untuk mempercepat apa yang menjadi arahan pusat,” kata Andi Akmal.
Menurutnya, Pemkab Bone selama ini telah aktif mendampingi proses identifikasi lokasi dan akan terus membangun koordinasi agar seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan.
SPBU Nelayan Juga Masuk Agenda
Tak hanya membahas Kampung Nelayan Merah Putih, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan Pemkab Bone untuk mengusulkan pengembangan SPBU khusus nelayan.
Menurut Andi Akmal, kawasan Bajoe memiliki potensi besar untuk pembangunan fasilitas tersebut karena menjadi salah satu pusat aktivitas nelayan di Kabupaten Bone.
Ia bahkan mengungkapkan telah ada sejumlah pelaku usaha yang menunjukkan minat untuk berinvestasi dan mendukung pengembangan SPBU nelayan.
“Kami juga tertarik dengan masalah SPBU nelayan. Insyaallah pengusaha kami sudah banyak yang bertanya. Terutama di Bajoe, ada beberapa titik nelayan dan mereka punya dana yang cukup besar,” ujarnya.
Bone Dorong Perikanan Budidaya
Dalam kesempatan itu, Andi Akmal juga membawa sejumlah usulan pengembangan sektor perikanan untuk tahun 2027.
Selain perikanan tangkap, Pemkab Bone mulai memberikan perhatian serius terhadap sektor budidaya ikan air tawar yang dinilai memiliki prospek pasar menjanjikan.
Menurutnya, konsumsi ikan air tawar di Bone terus meningkat dan mendorong banyak masyarakat membuka usaha budidaya secara mandiri.
“Di Bone sudah mulai terbiasa mengonsumsi ikan air tawar. Pasarnya sudah cukup bagus. Nelayan sekarang banyak yang membuka tambak-tambak ikan air tawar,” jelasnya.
Karena itu, Pemkab Bone berharap koordinasi dengan pemerintah pusat juga dapat diperluas melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.
Potensi Laut Bone Harus Dioptimalkan
Andi Akmal menegaskan daerahnya tidak boleh hanya menunggu program datang dari pusat, tetapi harus aktif membangun komunikasi dan memperjuangkan berbagai peluang pembangunan.
Dengan garis pantai yang panjang dan sumber daya kelautan yang melimpah, Bone dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu daerah unggulan sektor perikanan di Sulawesi Selatan.
“Karena kita tidak boleh ketinggalan. Kita harus menjemput bola dan berkomunikasi agar Bone mendapat perhatian. Garis pantai kita sangat panjang dan potensi lautnya juga sangat besar,” tegasnya.
Sementara itu, Ady Candra kembali memastikan komitmen KKP untuk mendukung berbagai program pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Bone.
“Kami siap mendukung yang di Bone. Namun keamanan administrasi juga harus kita utamakan,” tandasnya.
Pertemuan tersebut menjadi langkah penting dalam mempercepat realisasi Kampung Nelayan Merah Putih sekaligus membuka peluang dukungan yang lebih luas bagi pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Bone pada tahun-tahun mendatang. (*)
Related Articles