Bone Bidik Inovasi Pertanian Nasional di PENAS 2026 Gorontalo

Terkini 19 Jun 2026 20:47 2 min read 45 views By Yusnadi

Share berita ini

Bone Bidik Inovasi Pertanian Nasional di PENAS 2026 Gorontalo
Menurut Andi Asman Sulaiman, keikutsertaan Bone dalam forum tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian dan perikanan melalui kolaborasi serta pembelajaran dari berbagai daerah.

ZATERANEWS.COM, BONE — Pemerintah Kabupaten Bone menjadikan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo sebagai momentum untuk memperluas jejaring, menyerap inovasi, dan memperkuat pengembangan sektor pertanian yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah.

 

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, tiba di Gorontalo, Jumat (19/6/2026), bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone, Hj. Maryam Andi Asman, untuk mengikuti agenda nasional yang berlangsung pada 20–25 Juni 2026.

 

PENAS merupakan forum yang mempertemukan petani, nelayan, pemerintah daerah, akademisi, hingga pelaku usaha dari berbagai wilayah Indonesia guna bertukar pengalaman dan berbagi inovasi dalam menghadapi tantangan sektor pangan.

 

Menurut Andi Asman Sulaiman, keikutsertaan Bone dalam forum tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian dan perikanan melalui kolaborasi serta pembelajaran dari berbagai daerah.

 

“Sebagai daerah yang memiliki potensi besar di bidang pertanian, Bone memandang PENAS sebagai wadah strategis untuk memperluas jejaring, memperkuat kolaborasi, serta menyerap berbagai inovasi yang dapat diterapkan demi meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

Ia menilai, perkembangan sektor pertanian saat ini menuntut daerah untuk terus beradaptasi dengan teknologi, metode budidaya, dan model pengelolaan yang lebih modern agar mampu meningkatkan daya saing hasil produksi.

 

Karena itu, PENAS menjadi kesempatan bagi Kabupaten Bone untuk mempelajari praktik-praktik terbaik dari berbagai daerah sekaligus memperkenalkan potensi pertanian yang dimiliki.

 

Selain menjadi ajang pembelajaran, keikutsertaan Bone juga diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih luas antar daerah dalam pengembangan sektor pertanian dan perikanan.

 

“Partisipasi Bone di PENAS XVII ini sekaligus menjadi ruang mempromosikan potensi daerah, belajar praktik terbaik, dan membangun jejaring dengan petani, nelayan, serta pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia,” kata Andi Asman.

 

Dari forum nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone berharap lahir berbagai gagasan dan inovasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong kesejahteraan petani dan nelayan di daerah.

 

Dengan mempertemukan berbagai pengalaman dan solusi dari seluruh Indonesia, PENAS XVII diharapkan menjadi salah satu pintu masuk bagi lahirnya langkah-langkah baru dalam memajukan sektor pertanian yang lebih modern, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan masa depan. (*)

 
Zatera News