Guru dan Akademisi di Makassar Soroti Pengaruh Konten Digital terhadap Perilaku Seksual Remaja
ZATERANEWS.COM, MAKASSAR — Kekhawatiran terhadap pengaruh media digital terhadap perilaku dan karakter generasi muda menjadi perhatian sejumlah akademisi, guru, dan pemerhati pendidikan di Kota Makassar. Mereka menilai derasnya arus informasi tanpa filter berpotensi memengaruhi pola pikir remaja, sehingga diperlukan penguatan peran keluarga dan sekolah dalam melakukan pendampingan sejak dini.
Isu tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi dan Deklarasi Bersama yang digelar Gerakan Peduli Generasi (GPG) di Terminal Penumpang I Anging Mamiri Pelabuhan Makassar, Rabu (24/6/2026), yang dihadiri ratusan peserta dari kalangan akademisi, kepala sekolah, guru, mahasiswa, dan masyarakat.
Ketua Umum Gerakan Peduli Generasi, Dr. Junaedah Aswara, S.Pd., M.Pd., mengatakan perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan. Menurutnya, guru agama dan guru bimbingan konseling memiliki peran strategis dalam mendeteksi gejala perubahan perilaku peserta didik melalui pendekatan edukatif dan pendampingan yang tepat.
"Yang dibutuhkan adalah pendampingan dan edukasi. Anak-anak harus dibimbing agar mampu menyaring informasi yang mereka terima di ruang digital," ujarnya.
Sementara itu, Pembina GPG, Prof. Dr. KH. Mustari Bosra, MA, menegaskan bahwa perhatian terhadap persoalan moral generasi muda harus dilandasi kepedulian dan kasih sayang, bukan stigma ataupun kebencian.
Tingginya antusiasme peserta mendorong GPG untuk memperluas program sosialisasi ke tingkat SMA dan SMK di Sulawesi Selatan. Organisasi tersebut bahkan berencana mengajukan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan guna melaksanakan roadshow edukasi secara berkelanjutan di berbagai daerah.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang muncul di tengah perkembangan teknologi dan keterbukaan informasi. (*)
Related Articles