"Jangan Sampai Ada yang Berhenti Sekolah", Pesan BupAAS untuk Anak Yatim Bone

Terkini 25 Jun 2026 20:40 2 min read 21 views By Yusnadi

Share berita ini

"Jangan Sampai Ada yang Berhenti Sekolah", Pesan BupAAS untuk Anak Yatim Bone
Di hadapan ratusan anak yatim dan penyandang disabilitas, BupAAS tidak hanya menyerahkan bantuan pendidikan dan paket sembako. Ia juga berusaha menanamkan keyakinan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita.

ZATERANEWS.COM, BONE — Ratusan anak yatim dan penyandang disabilitas tampak memenuhi Lapangan Rumah Jabatan Bupati Bone, Kamis (25/6/2026). Di tengah kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 Hijriah, terselip sebuah pesan yang sederhana namun kuat: jangan ada anak yang kehilangan masa depan karena tidak mampu bersekolah.

 

Pesan itu disampaikan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman (BupAAS) saat menghadiri kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Bone bersama Kantor Kementerian Agama dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bone.

 

Di hadapan ratusan anak yatim dan penyandang disabilitas, BupAAS tidak hanya menyerahkan bantuan pendidikan dan paket sembako. Ia juga berusaha menanamkan keyakinan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita.

 

“Biasanya orang yang tidak ada, itu bersungguh-sungguh dalam belajar. Tidak ada yang mustahil. Ke depan, di sini anak yatim piatu akan ada yang menjadi camat, bupati, menteri bahkan presiden,” ujarnya disambut tepuk tangan para peserta.

 

Bagi sebagian anak yang hadir, kehilangan orang tua bukan perkara mudah. Namun di balik kenyataan itu, mereka tetap menyimpan mimpi yang sama seperti anak-anak lainnya: ingin bersekolah, memiliki pekerjaan yang baik, dan membanggakan keluarga.

 

Karena itu, BupAAS meminta seluruh pihak terkait untuk mendata anak-anak yatim di Kabupaten Bone agar tidak ada yang terpaksa berhenti sekolah akibat keterbatasan ekonomi.

 

Menurutnya, pendidikan adalah hak setiap anak dan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan akses tersebut tetap terbuka.

 

“Tolong juga didata anak yatim, sehingga jangan ada yang terputus sekolah. Tidak ada alasan sekarang tidak sekolah,” tegasnya.

 

Komitmen tersebut tidak hanya disampaikan melalui kata-kata. Pemerintah Kabupaten Bone saat ini tengah menyiapkan Program Sekolah Rakyat yang dirancang mampu menampung hingga 1.000 siswa dari keluarga kurang mampu.

 

Program itu didukung pembangunan fasilitas pendidikan dengan anggaran mencapai Rp230 miliar sebagai upaya memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

 

Di tengah kegiatan tersebut, senyum anak-anak yang menerima bantuan menjadi gambaran sederhana tentang harapan yang terus dijaga. Mereka mungkin datang dengan berbagai keterbatasan, tetapi pulang membawa keyakinan bahwa masih banyak pihak yang peduli terhadap masa depan mereka.

 

Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas tahun ini pun menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak bermimpi setinggi mungkin, dan tugas bersama adalah memastikan mimpi itu tidak berhenti di tengah jalan. (*)

Zatera News