SMSI Gowa Diterima Dinsos, Bahas Solusi Desil Bansos hingga Akses KIS untuk Jurnalis

GOWA 14 Sep 2026 15:34 3 min read 46 views By Tim SMSI

Share berita ini

SMSI Gowa Diterima Dinsos, Bahas Solusi Desil Bansos hingga Akses KIS untuk Jurnalis
Sekdis Sosial Gowa, H. Rachman, menegaskan bahwa status desil bukanlah ketetapan permanen. Warga yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan kategori yang tercantum dalam sistem dapat mengajukan perubahan melalui mekanisme resmi.

GOWA, ZATERANEWS.COM — Persoalan data bantuan sosial (bansos), perubahan kategori desil, hingga akses layanan kesehatan bagi insan pers menjadi fokus pembahasan dalam audiensi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Gowa dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gowa, Senin (14/9/2026).

 

Rombongan SMSI Gowa yang dipimpin Ketua SMSI Gowa, Nursyahril, diterima langsung Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Gowa, H. Rachman, di ruang kerjanya.

 

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas penguatan sinergi komunikasi publik, tetapi juga mencari solusi terhadap berbagai persoalan sosial yang kerap dikeluhkan masyarakat, khususnya terkait penyaluran bansos dan layanan jaminan kesehatan.

 

Perubahan Desil Bisa Diusulkan Warga

 

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah banyaknya keluhan masyarakat terkait penetapan kategori desil dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun Program Keluarga Harapan (PKH).

 

Sekdis Sosial Gowa, H. Rachman, menegaskan bahwa status desil bukanlah ketetapan permanen. Warga yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan kategori yang tercantum dalam sistem dapat mengajukan perubahan melalui mekanisme resmi.

 

“Jadi kalau ada warga yang ingin melakukan perubahan desil bisa dilakukan di kantor kelurahan atau desa masing-masing karena mereka yang memiliki aplikasi untuk mengubah data desil,” jelas Rachman.

 

Menurutnya, proses perubahan dilakukan secara berjenjang agar data yang masuk benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat.

 

Tahapan tersebut dimulai dari pengajuan di tingkat desa atau kelurahan, dilanjutkan verifikasi di kecamatan, kemudian diproses oleh Dinas Sosial Kabupaten sebelum diusulkan ke sistem terpadu kementerian terkait.

 

Melalui mekanisme ini, pemerintah berharap bantuan sosial dapat tersalurkan lebih tepat sasaran dan mengurangi kesalahpahaman yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.

 

SMSI Gowa Siap Jadi Mitra Edukasi Sosial

 

Dalam audiensi tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Gowa juga menyambut baik inisiatif SMSI Gowa untuk membangun kolaborasi dalam penyebarluasan informasi program-program sosial pemerintah.

 

Sekdis Sosial menilai peran media sangat penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan warga.

 

Melalui konsep kolaborasi yang sejalan dengan program “News Room Jaga Desa”, SMSI Gowa diharapkan dapat membantu menyampaikan informasi kebijakan sosial secara akurat, berimbang, dan mudah dipahami masyarakat.

 

Selain itu, media juga diharapkan dapat membantu mengklarifikasi berbagai isu sosial yang berpotensi menimbulkan disinformasi serta mendukung pemerintah desa dan kelurahan dalam menjelaskan program-program bantuan kepada warga.

 

Kesejahteraan Jurnalis Jadi Perhatian

 

Agenda lain yang mendapat perhatian khusus dalam pertemuan tersebut adalah kesejahteraan insan pers.

SMSI Gowa menyampaikan bahwa tidak sedikit jurnalis yang bekerja di lapangan dengan kondisi ekonomi yang terbatas dan belum memiliki perlindungan kesehatan yang memadai.

 

Merespons hal tersebut, Dinas Sosial bersama SMSI Gowa membahas peluang fasilitasi akses Kartu Indonesia Sehat (KIS) melalui skema Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) bagi jurnalis yang memenuhi persyaratan sesuai regulasi yang berlaku.

 

Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk perhatian terhadap profesi jurnalis yang setiap hari menjalankan fungsi kontrol sosial, menyebarluaskan informasi publik, dan menjadi penghubung antara pemerintah dengan masyarakat.

 

Siapkan Tindak Lanjut dan Desa Percontohan

 

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana konstruktif itu ditutup dengan komitmen bersama untuk menyusun langkah tindak lanjut yang lebih terukur.

 

Beberapa agenda yang akan dibahas lebih lanjut antara lain penyusunan standar operasional prosedur (SOP) koordinasi aduan sosial, penguatan sistem komunikasi cepat antara media dan Dinas Sosial, serta penentuan desa percontohan sebagai model pelayanan sosial yang transparan dan responsif.

 

Ketua SMSI Gowa, Nursyahril, berharap sinergi yang terbangun dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran media sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal pelayanan publik.

 

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana informasi yang benar sampai kepada masyarakat dan berbagai persoalan sosial dapat ditangani lebih cepat, tepat, dan solutif,” ujarnya. (*)

 

 

Zatera News