Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah karena Miskin, Pesan Bupati Gowa di Tengah Lebaran Yatim

Terkini 25 Jun 2026 17:02 3 min read 20 views By NH

Share berita ini

Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah karena Miskin, Pesan Bupati Gowa di Tengah Lebaran Yatim
Menurut Husniah, perhatian kepada kelompok rentan bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan bagian dari upaya memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk hidup lebih baik.

ZATERANEWS.COM, GOWA — Di tengah suasana Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 Hijriah di Desa Bontomanai, Kecamatan Bajeng Barat, Kamis (25/6/2026), Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang menyampaikan pesan yang menyentuh: tidak boleh ada anak di Kabupaten Gowa yang kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi.

 

Pesan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan yang digelar oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa bersama berbagai pihak sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas.

 

Menurut Husniah, perhatian kepada kelompok rentan bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan bagian dari upaya memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk hidup lebih baik.

 

“Pemerintah hadir untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan agar keluarga-keluarga yang kurang mampu bisa menjadi lebih baik dan lebih sejahtera,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, melalui Program Gowa Bersama dan One Day One District (ODOD), pemerintah daerah aktif turun langsung ke tengah masyarakat untuk menemukan warga yang membutuhkan bantuan, termasuk anak-anak yang terancam putus sekolah karena kendala biaya.

 

Bagi Husniah, pendidikan adalah jalan penting untuk memutus rantai kemiskinan. Karena itu, pemerintah daerah berupaya memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.

 

Bahkan, sejumlah anak yatim telah difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.

 

Tak hanya pendidikan, perhatian juga diberikan kepada penyandang disabilitas. Pemerintah Kabupaten Gowa terus menyalurkan berbagai alat bantu seperti kursi roda dan tongkat untuk mendukung aktivitas dan kemandirian mereka.

 

Di hadapan anak-anak yatim dan penyandang disabilitas yang hadir, Husniah memberikan motivasi agar tetap percaya diri dan tidak menyerah pada keadaan.

 

“Kalian tidak sendiri. Yang membuat seseorang hebat bukanlah kesempurnaan fisiknya, tetapi semangatnya untuk menjadi anak yang berguna bagi keluarga, daerah, bangsa, dan negara,” pesannya.

 

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Jamaris, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia melalui kolaborasi Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan BAZNAS.

 

Khusus di Kabupaten Gowa, kegiatan dipusatkan di Desa Bontomanai yang juga diusulkan menjadi Kampung Zakat pertama di daerah tersebut.

 

Menurutnya, tujuan program tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat agar penerima manfaat mampu meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

 

“Kita berharap masyarakat yang saat ini masih berstatus mustahik ke depan dapat menjadi muzakki. Anak-anak yatim juga harus mendapatkan akses pendidikan yang layak dan tidak boleh putus sekolah,” katanya.

 

Di lokasi yang sama, Camat Bajeng Barat, Syamsul Rijal, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam membantu kelompok yang membutuhkan.

 

Di balik rangkaian acara dan penyerahan bantuan, tersimpan harapan besar agar setiap anak yatim dan penyandang disabilitas di Gowa dapat tumbuh dengan kesempatan yang sama, mendapatkan pendidikan yang layak, serta memiliki masa depan yang lebih cerah. (*)

 
Zatera News