Api Lahap 2 Hektare Lahan di Malino, TNI-Polri dan Warga Berjibaku hingga 5 Jam
GOWA, ZATERANEWS.COM — Kobaran api menghanguskan sekitar 2 hektare lahan yang dipenuhi tanaman kopi, rumpun bambu, dan semak belukar di Lingkungan Malino, Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Rabu (9/9/2026).
Kebakaran yang terdeteksi sekitar pukul 13.05 Wita itu langsung memicu respons cepat aparat gabungan dan masyarakat. Upaya pemadaman berlangsung selama hampir enam jam hingga api dinyatakan padam total pada pukul 18.45 Wita.
Warga Melihat Api, Babinsa Langsung Bergerak
Kobaran api pertama kali diketahui Sappara (45), warga setempat. Ia melihat api mulai membakar lahan yang ditumbuhi pohon kopi, rumpun bambu, dan semak belukar.
Tak ingin api semakin meluas, Sappara segera melaporkan kejadian tersebut kepada Babinsa Serda Hariono dan aparat terkait.
Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan personel ke lokasi kebakaran.
Puluhan Warga dan Siswa Turun ke Lokasi
Tim gabungan yang tiba di lokasi sekitar pukul 13.20 Wita terdiri dari empat personel TNI, empat personel Polri, lima personel Manggala Agni, enam anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), serta sekitar 30 warga.
Yang menarik, sekitar 50 siswa SMP juga ikut berada di lokasi dalam upaya membantu penanganan kebakaran.
Dengan peralatan terbatas, seluruh unsur bahu-membahu menghadapi kobaran api. Dua unit jet shooter digunakan bersama ember dan peralatan sederhana lainnya, termasuk ranting pohon.
Kondisi medan dan material yang mudah terbakar membuat proses pemadaman tidak berlangsung mudah. Tim harus bekerja berjam-jam untuk memastikan api benar-benar tidak kembali menyala.
Lima Jam Berjibaku, Api Berhasil Dikendalikan
Kerja bersama akhirnya membuahkan hasil. Setelah berjibaku sejak siang, seluruh titik api berhasil dipadamkan dan dinyatakan aman pada pukul 18.45 Wita.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sekitar dua hektare lahan diperkirakan hangus terbakar.
Kecepatan laporan warga dan respons aparat menjadi faktor penting dalam mencegah api menjalar lebih luas ke kawasan sekitarnya.
Sinergi Jadi Benteng Hadapi Karhutla
Peristiwa di Malino kembali menunjukkan bahwa penanganan kebakaran lahan tidak bisa hanya mengandalkan satu institusi.
TNI, Polri, Manggala Agni, MPA, pemerintah, dan masyarakat memiliki peran penting dalam mendeteksi, merespons, serta mengendalikan kebakaran sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Keterlibatan warga sejak awal hingga proses pemadaman juga menjadi bukti bahwa kewaspadaan masyarakat merupakan bagian penting dari sistem pencegahan kebakaran lahan.
Api memang berhasil dipadamkan. Namun, kondisi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa memasuki musim kemarau, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran harus terus dijaga, terutama di kawasan yang dipenuhi vegetasi kering dan mudah terbakar. (*)
Related Articles