Bupati Gowa: Lulusan Polbangtan Harus Jadi Penggerak Pertanian Berbasis Teknologi

GOWA 10 Aug 2026 22:20 3 min read 66 views By NH

Share berita ini

Bupati Gowa: Lulusan Polbangtan Harus Jadi Penggerak Pertanian Berbasis Teknologi
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri Wisuda Polbangtan Gowa Tahun 2026 di Aula Syekh Yusuf Kampus I Polbangtan Gowa, Senin (10/8/2026).

GOWA, ZATERANEWS.COM — Lulusan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa didorong tidak berhenti sebagai tenaga kerja, tetapi tampil sebagai inovator yang mampu membawa teknologi ke tengah masyarakat dan memperkuat sektor pertanian.

 

Pesan itu disampaikan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri Wisuda Polbangtan Gowa Tahun 2026 di Aula Syekh Yusuf Kampus I Polbangtan Gowa, Senin (10/8/2026).

 

Husniah mengatakan, tantangan pertanian saat ini semakin kompleks. Dunia pertanian tidak lagi hanya berkutat pada benih, tanah, pupuk dan hasil panen, tetapi telah bersentuhan dengan data, teknologi digital, mekanisasi, kecerdasan buatan, perubahan iklim, rantai pasok, hilirisasi hingga akses pasar.

 

Karena itu, ia meminta para lulusan Polbangtan memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama pendidikan untuk menjawab persoalan pertanian di lapangan.

 

“Jadilah generasi yang bukan hanya sekadar lulus, tetapi mampu mengabdi dengan memberikan ilmunya dan turun langsung ke masyarakat. Tenaga dan pemikiran mereka sangat dibutuhkan untuk mengembangkan pertanian, termasuk melalui pemanfaatan teknologi,” ujar Husniah.

 

Menurutnya, teknologi seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman bagi petani. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, sekaligus kesejahteraan petani.

 

“Indonesia membutuhkan generasi pertanian yang baru. Generasi yang memahami bahwa teknologi bukan ancaman bagi petani, tetapi instrumen untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Kita membutuhkan anak muda yang mampu melihat data sebelum mengambil keputusan, menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi, serta mengubah hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” tegasnya.

 

Husniah menilai Kabupaten Gowa memiliki potensi besar untuk pengembangan sektor pertanian. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gowa membuka ruang kolaborasi dengan Polbangtan Gowa dan para alumninya.

 

Ia berharap lulusan Polbangtan dapat ikut mengambil peran dalam berbagai program pembangunan pertanian yang sedang dijalankan pemerintah, terutama dalam menghadirkan inovasi dan teknologi yang bisa diterapkan langsung oleh petani.

 

“Pemerintah Kabupaten Gowa siap berkolaborasi dengan lulusan terbaik Polbangtan. Kita sedang menjalankan berbagai program nasional dan tentunya membutuhkan kolaborasi serta dukungan, khususnya dari Polbangtan, agar ilmu yang dimiliki dapat digunakan untuk kemajuan pertanian di Kabupaten Gowa,” katanya.

 

Sementara itu, Plt Direktur Polbangtan Gowa, Sartika Juwita, mengatakan 268 mahasiswa yang diwisuda merupakan hasil dari proses pendidikan dan kerja keras selama menempuh studi.

 

Ia meminta para lulusan tidak melupakan almamater dan menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk mengabdi kepada masyarakat.

 

“Keberhasilan hari ini merupakan hasil kerja keras selama proses pendidikan. Jadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk mengabdi kepada masyarakat. Jadilah duta Polbangtan Gowa di mana pun kalian berada,” pesannya.

 

Sartika juga mendorong para lulusan tampil sebagai inovator, teknisi, penggerak masyarakat, sekaligus calon pemimpin pertanian Indonesia di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin dinamis.

 

“Setelah hari ini, nama Polbangtan Gowa akan selalu melekat pada diri kalian. Karena itu, jagalah almamater dengan sikap dan karya yang baik. Selamat mengabdi, kami bangga kepada kalian semua,” tambahnya.

 

Pada wisuda tersebut, sebanyak 268 mahasiswa resmi menyelesaikan pendidikan, terdiri atas 180 lulusan Sarjana Terapan dan 88 lulusan Ahli Madya.

 

Bagi Pemkab Gowa, keberadaan para lulusan tersebut diharapkan tidak hanya menambah jumlah tenaga terdidik di sektor pertanian, tetapi juga melahirkan generasi baru yang mampu membawa inovasi dari ruang akademik langsung ke lahan pertanian masyarakat. (*)

 
 
Zatera News