Dari Bangku SMP, DJP Mulai Tanamkan Budaya Sadar Pajak

BISNIS & KEUANGAN 05 Sep 2026 11:59 2 min read 44 views By Aril

Share berita ini

Dari Bangku SMP, DJP Mulai Tanamkan Budaya Sadar Pajak
Kegiatan Pajak Bertutur yang digelar KPP Pratama Makassar Selatan di SMP Negeri 8 Makassar, Jalan Batua Raya, Kamis (3/9/2026). Sebanyak 60 siswa mengikuti kegiatan yang dikemas dengan kuis, permainan, serta materi perpajakan secara interaktif.

MAKASSAR, ZATERANEWS.COM — Kesadaran membayar pajak tidak selalu harus dimulai ketika seseorang telah menjadi wajib pajak. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) justru mulai menanamkan pemahaman tersebut sejak bangku sekolah melalui program Pajak Bertutur 2026.

 

Pesan itu disampaikan dalam kegiatan Pajak Bertutur yang digelar KPP Pratama Makassar Selatan di SMP Negeri 8 Makassar, Jalan Batua Raya, Kamis (3/9/2026). Sebanyak 60 siswa mengikuti kegiatan yang dikemas dengan kuis, permainan, serta materi perpajakan secara interaktif.

 

Mengusung tema “Pajak Kita, Energi Juara” dengan tagline “Sehari Mengenal Pajak, Selamanya Bangga”, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkenalkan pajak dengan bahasa yang lebih dekat dengan dunia pelajar.

 

 

Kepala Seksi Pelayanan KPP Pratama Makassar Selatan, Faisal Amansyah, yang juga merupakan alumni SMP Negeri 8 Makassar, menegaskan bahwa edukasi perpajakan sejak dini merupakan bagian dari investasi jangka panjang.

 

“Generasi muda adalah penerus bangsa sekaligus calon wajib pajak yang kelak berkontribusi bagi pembangunan. Pajak Bertutur hadir sebagai upaya DJP membangun budaya sadar pajak yang berkelanjutan,” ujarnya.

 

Bagi DJP, pengenalan pajak kepada pelajar bukan semata-mata untuk membuat siswa memahami istilah perpajakan. Lebih jauh, edukasi tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran mengenai hubungan antara pajak, tanggung jawab sebagai warga negara, dan pembangunan yang mereka nikmati sehari-hari.

 

Materi perpajakan disampaikan penyuluh pajak Andi Wawan Mulyawan dan Bakri Tangnga dengan pendekatan yang ringan dan komunikatif. Suasana pembelajaran juga dibuat lebih interaktif melalui permainan dan kuis yang dipandu Kak Alda dan Kak Dinda Imut dari KPP Pratama Makassar Selatan.

 

Pajak Bertutur 2026 sendiri dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dengan melibatkan 532 sekolah, mulai tingkat SD/Sekolah Rakyat, SMP hingga SMA.

 

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 8 Makassar, Nur’aeni AR, S.Pd., M.Pd. Menurutnya, pengenalan pajak sejak dini penting agar siswa memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari masyarakat.

 

“Kegiatan ini juga membuka wawasan siswa dan siswi kami bahwa pajak merupakan bagian dari gotong royong membangun Indonesia,” ujarnya.

 

Pajak Bertutur 2026 di SMP Negeri 8 Makassar pun menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan DJP. Dari ruang kelas, pemerintah mencoba membangun pemahaman bahwa ketika para siswa kelak memasuki dunia kerja dan menjadi wajib pajak, kesadaran tersebut tidak lagi terasa sebagai sesuatu yang asing.

 

Sebab, budaya sadar pajak tidak dibentuk dalam satu hari. Ia ditanamkan sejak dini, melalui pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran tentang bagaimana kontribusi masyarakat kembali menjadi energi bagi pembangunan. (*)

Zatera News