Irigasi Tak Mengalir, Babinsa Bajeng Dampingi Petani Amankan Sawah Lewat Pompanisasi

GOWA 01 Sep 2026 20:43 2 min read 71 views By Aril

Share berita ini

Irigasi Tak Mengalir, Babinsa Bajeng Dampingi Petani Amankan Sawah Lewat Pompanisasi
Babinsa Desa Bontosunggu Koramil 1409-06/Bajeng, Sertu Sainuddin, turun langsung mendampingi petani melakukan pompanisasi karena aliran irigasi yang tidak mengalir ke lahan sawah, Senin (31/8/2026).

GOWA, ZATERANEWS.COM — Aliran irigasi yang tidak mengalir membuat petani di Dusun Bontotangnga, Desa Bontosunggu, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, harus mencari cara agar tanaman padi tetap mendapat pasokan air.

 

Mengantisipasi kondisi tersebut, Babinsa Desa Bontosunggu Koramil 1409-06/Bajeng, Sertu Sainuddin, turun langsung mendampingi petani melakukan pompanisasi di lahan sawah, Senin (31/8/2026).

 

Sertu Sainuddin bersama pemilik lahan, Rusdi Dg Ngemba, terlebih dahulu meninjau kondisi tanaman padi. Dari pemantauan di lapangan, tanaman masih dalam kondisi baik dan sehat.

 

Namun, terhentinya aliran irigasi berpotensi mengganggu kebutuhan air tanaman jika tidak segera diantisipasi.

 

Karena itu, pompanisasi dilakukan untuk menjaga ketersediaan air di lahan selama saluran irigasi belum kembali mengalir.

 

Langkah tersebut menjadi salah satu upaya petani mempertahankan kondisi tanaman sekaligus mencegah gangguan terhadap produksi padi akibat keterbatasan air.

 

Bagi Babinsa, pendampingan tidak hanya dilakukan ketika petani menghadapi persoalan produksi, tetapi juga memastikan kondisi lahan dan tanaman dapat terus dipantau secara langsung.

 

Kehadiran Sertu Sainuddin di tengah lahan sawah sekaligus menjadi bagian dari dukungan TNI Angkatan Darat terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan.

 

Di lapangan, Babinsa juga mendorong petani tetap menjaga produktivitas meski menghadapi kendala teknis seperti pasokan air.

 

Pompanisasi menjadi solusi sementara yang memungkinkan kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi hingga kondisi pengairan kembali normal.

 

Upaya tersebut menunjukkan bahwa menjaga produksi pangan tidak hanya bergantung pada kondisi cuaca dan irigasi, tetapi juga pada kecepatan petani dan pendamping di lapangan mencari solusi ketika persoalan muncul. (*)

Zatera News