Jembatan Merah Putih Jadi Harapan Warga Parangloe, Lahan Mulai Diukur

GOWA 05 Sep 2026 12:10 2 min read 31 views By Aril

Share berita ini

Jembatan Merah Putih Jadi Harapan Warga Parangloe, Lahan Mulai Diukur
Lokasi yang direncanakan menjadi pembangunan Jembatan Merah Putih kini mulai ditinjau dan diukur sebagai bagian dari proses awal pengusulan pembangunan. Peninjauan dan pengukuran dilakukan Jumat (4/9/2026), dengan melibatkan perwakilan Korem, Pemerintah Kabupaten Gowa, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta masyarakat setempat. Proses tersebut turut didampingi Babinsa Koramil 1409-02/Parangloe, Serka Arifuddin.

GOWA, ZATERANEWS.COM — Harapan warga Dusun Pakkolompo, Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe, untuk memiliki akses penghubung yang lebih mudah mulai memasuki tahap konkret. Lokasi yang direncanakan menjadi pembangunan Jembatan Merah Putih kini mulai ditinjau dan diukur sebagai bagian dari proses awal pengusulan pembangunan.

 

Peninjauan dan pengukuran dilakukan Jumat (4/9/2026), dengan melibatkan perwakilan Korem, Pemerintah Kabupaten Gowa, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta masyarakat setempat. Proses tersebut turut didampingi Babinsa Koramil 1409-02/Parangloe, Serka Arifuddin.

 

Bagi masyarakat Pakkolompo, rencana jembatan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik. Infrastruktur itu diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan akses yang selama ini menjadi salah satu kendala mobilitas warga di kawasan tersebut.

 

Jembatan Merah Putih nantinya direncanakan menghubungkan Kampung Pakkolompo dengan Kampung Trans Parangrita, sekaligus membuka akses penghubung antara Desa Borisallo dan Desa Belapunranga.

 

Posisi tersebut membuat rencana pembangunan jembatan memiliki arti strategis bagi masyarakat. Selain mempersingkat akses antarwilayah, keberadaan jembatan diharapkan memudahkan warga membawa hasil pertanian dan perkebunan, sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi sehari-hari.

 

Dalam peninjauan tersebut, perwakilan Korem, Nathan, bersama Kepala Desa Borisallo Sofyan, Staf Kecamatan Parangloe M. Fajar, Staf Kesra Kecamatan Parangloe Muliati, Babinsa, serta perwakilan masyarakat melihat langsung kondisi lokasi yang diusulkan.

 

Pengukuran menjadi bagian penting untuk memperoleh gambaran awal kondisi dan kebutuhan pembangunan sebelum rencana tersebut masuk ke tahapan pengusulan lebih lanjut.

 

Babinsa Serka Arifuddin turut memastikan proses peninjauan di lapangan berjalan aman dan lancar. Kehadirannya juga menjadi bagian dari pendampingan aparat kewilayahan terhadap kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur.

 

Bagi warga, langkah pengukuran ini memberi harapan bahwa kebutuhan akan akses penghubung Pakkolompo dan wilayah sekitarnya tidak berhenti sebagai aspirasi.

 

Jika terealisasi, Jembatan Merah Putih diharapkan bukan hanya menjadi jalur penghubung antarkampung, tetapi juga membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Kecamatan Parangloe. (*)

Zatera News