Ketua PKK Buka Suara Soal Kopdes Merah Putih: Tidak Ada Penolakan dari Masyarakat

DAERAH 25 Jul 2026 13:48 2 min read 119 views By Tim Redaksi

Share berita ini

Ketua PKK Buka Suara Soal Kopdes Merah Putih: Tidak Ada Penolakan dari Masyarakat
Ketua PKK Desa Wajo Riaja, Darmawati, menegaskan bahwa lokasi pembangunan koperasi tersebut merupakan aset milik Pemerintah Desa Wajo Riaja. Menurutnya, pembangunan dilakukan setelah mempertimbangkan ketersediaan lahan yang dimiliki desa.

WAJO, ZATERANEWS.COM – Polemik pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Wajo Riaja, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, yang belakangan menjadi perbincangan di media sosial, mendapat tanggapan dari pemerintah desa dan masyarakat setempat.

 

Ketua PKK Desa Wajo Riaja, Darmawati, menegaskan bahwa lokasi pembangunan koperasi tersebut merupakan aset milik Pemerintah Desa Wajo Riaja. Menurutnya, pembangunan dilakukan setelah mempertimbangkan ketersediaan lahan yang dimiliki desa.

 

"Selain lokasi itu memang tidak ada lagi tanah milik pemerintah desa yang bisa digunakan," kata Darmawati saat ditemui di Kantor Desa Wajo Riaja, Jumat (24/7/2026).

 

Ia tidak menampik bahwa kawasan tersebut pernah diperuntukkan sebagai area pemakaman. Namun, menurutnya, bangunan koperasi berdiri di lahan yang saat ini tidak digunakan sebagai lokasi pemakaman aktif.

 

"Beberapa makam memang berada di belakang bangunan, tetapi lokasi yang digunakan untuk pembangunan merupakan lahan kosong," jelasnya.

 

Darmawati juga membantah anggapan adanya penolakan dari masyarakat terhadap pembangunan KDKMP. Ia menilai kondisi sosial di Desa Wajo Riaja tetap berjalan normal dan tidak terdapat gejolak sebagaimana yang berkembang di media sosial.

 

"Tidak ada suara sumbang dari warga Wajo Riaja. Bisa jadi justru orang luar yang membuat kegaduhan. Di desa kami tetap kondusif," tegasnya.

 

Pandangan serupa disampaikan salah seorang warga Desa Wajo Riaja yang mengaku mendukung keberadaan koperasi tersebut. Menurutnya, masyarakat berharap KDKMP dapat menjadi instrumen penguatan ekonomi desa dan membuka peluang peningkatan kesejahteraan warga.

 

Ia mengakui bahwa masyarakat mengetahui riwayat lokasi tersebut yang sebelumnya pernah digunakan sebagai kawasan pemakaman. Namun, warga meyakini pemerintah desa telah melalui berbagai pertimbangan sebelum menetapkan lokasi pembangunan.

 

"Kami berharap koperasi desa ini bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Memang lokasi itu dulu dikenal sebagai area penguburan, tetapi tentu pemerintah desa memiliki pertimbangan sebelum membangunnya di sana," ujarnya.

 

Di tengah pro dan kontra yang berkembang, warga berharap publik dapat melihat persoalan secara utuh dan tidak hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.

 

"Lokasi pemakaman masih tersedia dan masyarakat tetap bisa menggunakannya. Karena itu, kami berharap persoalan ini tidak diperbesar dan masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu sesuai kondisi di lapangan," tutupnya.

 

Polemik lokasi pembangunan KDKMP di Wajo Riaja kini memunculkan dua pandangan yang berbeda. Di satu sisi terdapat aspirasi warga yang menginginkan penambahan lahan pemakaman, sementara di sisi lain pemerintah desa dan sebagian masyarakat menilai pembangunan koperasi tetap penting sebagai upaya memperkuat ekonomi desa.

Zatera News