Lensa Indonesia Dorong Siri' na Pacce Jadi Fondasi Pembangunan Karakter di Gowa

POLITIK 03 Jul 2026 20:35 2 min read 161 views By Fandy

Share berita ini

Lensa Indonesia Dorong Siri' na Pacce Jadi Fondasi Pembangunan Karakter di Gowa
Direktur Lensa Indonesia, Sugianto Pettanegara, menegaskan bahwa Siri' na Pacce tidak boleh hanya dipahami sebagai simbol budaya, melainkan harus menjadi pedoman moral dalam kehidupan bermasyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan.

GOWA, ZATERANEWS.COM — Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi, nilai budaya lokal dinilai tetap menjadi pondasi penting dalam membangun masyarakat yang berkarakter. Kesadaran itulah yang mendorong Lensa Indonesia menggelar diskusi bertajuk "Memaknai Siri' na Pacce bagi Orang Gowa" di Cafe Mario, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Jumat (3/7/2026).

 

Forum yang dihadiri tokoh masyarakat, akademisi, aktivis, organisasi masyarakat sipil, hingga purnabakti birokrat tersebut menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya menjaga dan mengaktualisasikan nilai-nilai budaya warisan leluhur di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung.

 

Direktur Lensa Indonesia, Sugianto Pettanegara, menegaskan bahwa Siri' na Pacce tidak boleh hanya dipahami sebagai simbol budaya, melainkan harus menjadi pedoman moral dalam kehidupan bermasyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan.

 

Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari kemajuan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus ditopang oleh kualitas karakter masyarakat yang berakar pada nilai-nilai budaya.

 

"Ketika budaya menjadi fondasi pembangunan, maka kemajuan tidak hanya terlihat dari infrastruktur, tetapi juga tercermin dari karakter masyarakatnya. Siri' na Pacce adalah warisan yang harus terus hidup dalam setiap langkah pembangunan Gowa," ujarnya.

 

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya mantan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan DR Usman Lonta, mantan Anggota DPRD Gowa Abdul Haris, akademisi dan budayawan Syamsu Salewangang, serta mantan Anggota DPRD Gowa Dr. Idham.

 

Dalam pemaparannya, para narasumber menilai bahwa kemajuan Kabupaten Gowa harus berjalan seiring dengan penguatan identitas budaya masyarakat. Siri' sebagai simbol harga diri, kejujuran, dan tanggung jawab, serta Pacce yang mencerminkan kepedulian, solidaritas, dan semangat gotong royong, dinilai tetap relevan menjadi pedoman dalam menghadapi tantangan zaman.

 

Peserta diskusi juga sepakat bahwa globalisasi membawa tantangan tersendiri terhadap keberlangsungan nilai-nilai budaya lokal. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara keluarga, lembaga pendidikan, pemerintah, lembaga adat, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas kepemudaan untuk memastikan nilai Siri' na Pacce tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda.

 

Selain menjadi ruang bertukar gagasan, forum tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk mendorong penyelenggaraan diskusi dan forum budaya secara berkelanjutan sebagai wadah memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga jati diri masyarakat Gowa.

 

Melalui kegiatan itu, para peserta berharap Siri' na Pacce tidak hanya menjadi warisan yang dikenang, tetapi juga menjadi landasan dalam mewujudkan pemerintahan yang berintegritas, masyarakat yang beradab, serta pembangunan daerah yang tetap berpijak pada kearifan lokal. (*)

Zatera News