TNI-Polri dan Warga Bergerak Cepat, Karhutla di Dua Kecamatan Gowa Berhasil Dipadamkan
GOWA, ZATERANEWS.COM — Respons cepat tim gabungan TNI-Polri, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat berhasil mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di dua kecamatan di Kabupaten Gowa, Rabu (26/8/2026).
Kebakaran terjadi di Dusun Tekko Tanru, Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu dan Dusun Sugutangga II, Desa Pa’bentengan, Kecamatan Bajeng. Total luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 2,5 hektare, meliputi area semak belukar, pohon jati, dan tanaman pisang.
Di lokasi pertama, kepulan asap terpantau warga sekitar pukul 13.35 WITA. Informasi tersebut segera diteruskan kepada aparat setempat yang langsung bergerak menuju lokasi.
Babinsa bersama personel Yon Armed Kostrad, anggota Polri, didukung armada mobil tangki PT Tarsis dan warga setempat melakukan pemadaman menggunakan pompa air. Berkat kerja sama seluruh unsur, kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 14.25 WITA.
Sementara di Kecamatan Bajeng, titik api terdeteksi sekitar pukul 13.50 WITA di lahan kosong yang berada tidak jauh dari permukiman warga. Kondisi tersebut memicu respons cepat petugas guna mencegah api merembet ke rumah-rumah penduduk.
Satu unit armada Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gowa bersama personel Polri, Babinsa, dan warga setempat langsung melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 14.20 WITA.
Keberhasilan penanganan Karhutla tersebut tidak lepas dari cepatnya laporan masyarakat serta sinergi yang terbangun antara aparat Kodim 1409/Gowa, Polri, Damkar, pemerintah setempat, dan warga.
Berkat koordinasi yang baik, api berhasil dilokalisasi sebelum menjalar ke kawasan permukiman maupun lahan yang lebih luas. Hingga proses pemadaman selesai, situasi di kedua lokasi dilaporkan aman dan terkendali.
Peristiwa ini sekaligus menjadi bukti pentingnya kewaspadaan masyarakat di tengah musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan. Aparat juga mengimbau warga untuk tidak melakukan pembakaran terbuka yang dapat memicu terjadinya Karhutla. (*)
Related Articles