Wabup Bone: Jangan Kekurangan Kompetisi, Talenta Muda Sulsel Butuh Jam Terbang

OLAH RAGA 01 Sep 2026 18:40 3 min read 125 views By Yusnadi

Share berita ini

Wabup Bone: Jangan Kekurangan Kompetisi, Talenta Muda Sulsel Butuh Jam Terbang
Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin (kostum merah), mendorong agar turnamen sepak bola di Sulsel diperbanyak dan digelar secara berkelanjutan. Diungkapkan saat menghadiri pembukaan Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026 Volume 2 di Stadion Gelora B.J. Habibie, Kota Parepare, Sabtu (29/8/2026).

PAREPARE, ZATERANEWS.COM — Pembinaan sepak bola Sulawesi Selatan dinilai tidak cukup hanya dengan latihan. Pemain muda juga membutuhkan kompetisi yang rutin agar kemampuan dan mental bertanding mereka benar-benar teruji.

 

Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin, mendorong agar turnamen sepak bola di Sulsel diperbanyak dan digelar secara berkelanjutan.

 

Menurutnya, semakin banyak pertandingan, semakin besar pula kesempatan pemain daerah mendapatkan jam terbang, mengasah kemampuan, sekaligus menunjukkan potensi terbaiknya.

 

“Kompetisi seperti ini harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Semakin banyak pertandingan, semakin banyak pula kesempatan bagi pemain untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman,” ujar Andi Akmal saat menghadiri pembukaan Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026 Volume 2 di Stadion Gelora B.J. Habibie, Kota Parepare, Sabtu (29/8/2026).

 

Piala Gubernur Sulsel 2026 diikuti 24 kabupaten/kota yang dibagi dalam empat zona regional, yakni Parepare untuk wilayah Ajatappareng, Bone untuk Bosowasi, Palopo untuk wilayah Luwu, serta Jeneponto untuk wilayah selatan.

 

Masing-masing regional mempertandingkan 15 laga dalam fase grup. Juara dan runner-up setiap grup kemudian melaju ke babak delapan besar.

 

Bagi Andi Akmal, pola kompetisi seperti itu penting karena pembinaan pemain tidak bisa hanya bertumpu pada satu turnamen besar. Kompetisi di tingkat kabupaten dan kota juga perlu diperbanyak agar lebih banyak pemain memperoleh kesempatan tampil.

 

“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur atas pelaksanaan kegiatan ini. Mudah-mudahan kompetisi seperti ini bisa terus berkembang dan semakin banyak pertandingan yang dilaksanakan di Sulawesi Selatan,” katanya.

 

Dorongan memperbanyak kompetisi tersebut sejalan dengan target Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang ingin menjadikan Piala Gubernur sebagai salah satu wadah pembinaan sekaligus penjaringan pemain potensial.

 

Gubernur bahkan berharap pemain terbaik dari turnamen ini dapat diproyeksikan memperkuat Sulsel pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

 

“Yang terbaik nanti tolong dilihat yang bisa mewakili untuk ikut PON,” ujar Andi Sudirman.

 

Ia juga membuka kemungkinan agar penyelenggaraan kompetisi ke depan digilir ke berbagai kabupaten/kota dengan konsep pertandingan kandang dan tandang.

 

Bukan hanya kompetisi senior, Pemprov Sulsel juga berencana mendorong pengembangan sepak bola usia dini melalui anggaran perubahan.

 

Turnamen Piala Gubernur Sulsel 2026 sendiri memperebutkan total hadiah Rp500 juta. Selain pertandingan antarkabupaten/kota, pembukaan di Parepare juga diramaikan laga eksibisi PSM kontra Andalan FC.

 

Ketua Panitia Piala Gubernur Sulsel 2026, Erwin Sodding, mengatakan pertandingan regional digelar di empat daerah secara bertahap. Setelah Parepare, pertandingan dilanjutkan di Bone, Palopo dan Jeneponto.

 

Sementara itu, Wali Kota Parepare Tasming Hamid menilai turnamen tersebut bukan sekadar perebutan gelar juara. Menurutnya, kompetisi juga menjadi ruang silaturahmi, pembentukan karakter dan pencarian bibit sepak bola potensial.

 

Bagi Andi Akmal, ujung dari seluruh rangkaian kompetisi bukan semata trofi dan hadiah. Yang lebih penting adalah lahirnya pemain-pemain berkualitas yang memiliki pengalaman bertanding dan siap naik ke level yang lebih tinggi.

 

“Dengan semakin banyaknya kompetisi, kita berharap pembinaan pemain di Sulawesi Selatan semakin baik dan mampu menghasilkan pemain-pemain berkualitas,” pungkasnya.

 

Piala Gubernur Sulsel 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi bagian dari sistem pembinaan sepak bola daerah yang memberi lebih banyak ruang bagi talenta muda untuk tumbuh dan bersaing. (*)

Zatera News