Dari Peringkat 11 ke Lima Besar, Gowa Pasang Target Tinggi di Porprov Sulsel 2026

GOWA 15 Sep 2026 21:22 3 min read 13 views By Tiim SMSI

Share berita ini

Dari Peringkat 11 ke Lima Besar, Gowa Pasang Target Tinggi di Porprov Sulsel 2026
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Gowa, Muh. Sahir, menerima kunjungan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Gowa, Nursyahril dan Syafaruddin Pattisahusiwa, di ruang kerjanya, Selasa (15/9/2026).

GOWA, ZATERANEWS.COM — Kabupaten Gowa memasang target tinggi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII Tahun 2026 yang akan digelar di Kabupaten Bone dan Wajo pada November mendatang. Setelah hanya menempati peringkat ke-11 pada Porprov 2022, Gowa kini membidik posisi lima besar dalam perolehan medali.

 

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gowa, Muh Sahir (kedua dari kanan) didampingi Sekretaris Dispora Gowa, Meldy (kanan) foto bersama Ketua SMSI Gowa, Nursyahril dan Ketua Bidang Organisasi SMSI Gowa, Syafaruddin Pattisahusiwa.

 

Target tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Gowa, Muh. Sahir, saat menerima kunjungan pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Gowa, Nursyahril dan Syafaruddin Pattisahusiwa, di ruang kerjanya, Selasa (15/9/2026).

 

Didampingi Sekretaris Dispora, Meldy, Muh. Sahir menyebut optimisme tersebut lahir dari proses pembinaan atlet yang terus dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

 

“Target kami lima besar. Pada Porprov nanti, Gowa tidak lagi hanya datang untuk berpartisipasi, melainkan untuk disegani,” tegasnya.

 

Evaluasi dari Porprov Sebelumnya

 

Muh. Sahir mengakui capaian Gowa pada Porprov 2022 di Bulukumba dan Sinjai belum sesuai harapan. Posisi ke-11 menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah dan insan olahraga untuk melakukan pembenahan.

 

Menurutnya, target lima besar bukan sekadar slogan atau ambisi sesaat, melainkan hasil dari evaluasi menyeluruh terhadap pola pembinaan atlet, kesiapan cabang olahraga, hingga peningkatan kualitas latihan.

 

Ia meyakini semangat berprestasi kini mulai tumbuh di berbagai wilayah Kabupaten Gowa, menjadi modal penting menghadapi persaingan antar daerah di Sulawesi Selatan.

 

Fokus Perkuat Cabang Unggulan

 

Dispora Gowa saat ini memetakan cabang olahraga yang berpotensi menyumbang medali pada Porprov 2026. Sejumlah cabang yang selama ini menjadi andalan daerah tetap menjadi fokus pembinaan.

 

“Fokus tidak hanya diberikan pada cabang olahraga unggulan yang selama ini menjadi lumbung medali seperti dayung, silat, karate, bulutangkis, dan sejumlah cabang lainnya,” ujarnya.

 

Selain mempertahankan kekuatan pada cabang tradisional, Dispora juga berupaya menggali potensi atlet dari cabang-cabang yang memiliki peluang mendulang medali tambahan.

 

Menurut Muh. Sahir, prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Dibutuhkan pembinaan berkelanjutan, fasilitas latihan yang memadai, serta dukungan penuh kepada atlet agar mampu bersaing di level provinsi.

 

Siapkan 500 Atlet Menuju Puncak Performa

 

Sebanyak 500 atlet saat ini dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Kabupaten Gowa pada Porprov XVIII Sulsel.

 

Mereka menjalani program latihan dengan target mencapai peak performance atau puncak performa saat pertandingan berlangsung.

 

Persiapan tersebut dinilai penting karena Gowa akan menghadapi daerah-daerah yang selama ini memiliki tradisi olahraga kuat, seperti Kota Makassar, Kabupaten Bone, Pangkep, serta sejumlah daerah lain yang terus meningkatkan kualitas pembinaan atletnya.

 

“Para atlet harus berada pada kondisi terbaik ketika Porprov dimulai agar mampu bersaing dan memberikan hasil maksimal bagi daerah,” katanya.

 

Lebih dari Sekadar Perburuan Medali

 

Meski menargetkan lima besar, Muh. Sahir menegaskan Porprov bukan semata-mata soal perolehan medali.

 

Menurutnya, olahraga juga menjadi sarana membangun karakter generasi muda melalui nilai-nilai kedisiplinan, sportivitas, kerja keras, dan kebersamaan.

 

Ia berharap keberhasilan atlet Gowa nantinya tidak hanya menjadi kebanggaan individu, tetapi juga menjadi buah dari kerja bersama antara pelatih, keluarga, pemerintah daerah, dan masyarakat.

 

“Ketika atlet Gowa berdiri di podium tertinggi, yang menang bukan hanya dirinya sendiri, tetapi seluruh sistem yang telah bekerja untuk mendukungnya,” pungkasnya. (*)

Zatera News