Polcil Jadi Kawah Pembentukan Karakter, Bupati Bone Siapkan Generasi Emas Sulsel

BONE 07 Sep 2026 12:22 3 min read 37 views By Yusnadi

Share berita ini

Polcil Jadi Kawah Pembentukan Karakter, Bupati Bone Siapkan Generasi Emas Sulsel
Ratusan anak dari lima kabupaten ditempa menjadi generasi yang disiplin, berani, kompak, dan bertanggung jawab melalui Lomba Polisi Cilik (Polcil) Polda Sulsel dalam rangka Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026 Zona 4, di lapangan Basket Manunggal Watampone, Minggu (6/9/2026).

BONE, ZATERANEWS.COM — Lapangan Basket Manunggal Watampone, Minggu (6/9/2026), tak sekadar menjadi arena perlombaan. Di tempat itu, ratusan anak dari lima kabupaten ditempa menjadi generasi yang disiplin, berani, kompak, dan bertanggung jawab melalui Lomba Polisi Cilik (Polcil) Polda Sulsel dalam rangka Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026 Zona 4.

 

Peserta yang berasal dari Kabupaten Bone, Soppeng, Wajo, Sinjai, dan Sidrap tampil dengan barisan rapi dan gerakan seragam. Namun di balik atraksi baris-berbaris tersebut, tersimpan tujuan yang lebih besar: membangun karakter anak sejak usia dini.

 

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman yang membuka kegiatan tersebut menilai Polcil bukan sekadar ajang kompetisi memperebutkan juara. Menurutnya, kegiatan itu menjadi ruang pembelajaran yang efektif untuk membentuk mental, kedisiplinan, keberanian, serta kemampuan bekerja sama.

 

“Memberikan kesempatan tampil sejak dini adalah hal yang luar biasa. Anak-anak belajar disiplin, membangun karakter, mental, serta memahami tata cara berlalu lintas yang benar. Ini yang paling penting,” ujar Andi Asman.

 

Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya lahir dari ruang kelas. Proses latihan, mengikuti instruksi, menjaga kekompakan, hingga tampil di depan publik merupakan pengalaman yang akan menjadi bekal penting bagi anak-anak di masa depan.

 

Ia mengapresiasi Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel yang terus menghadirkan program Polisi Cilik sebagai sarana edukasi keselamatan berlalu lintas sekaligus pembentukan karakter generasi muda.

 

“Ini sebuah terobosan yang patut diapresiasi. Salam hormat untuk Bapak Kapolda dan seluruh jajaran,” katanya.

 

Bupati Bone berharap manfaat kegiatan tersebut tidak berhenti ketika perlombaan selesai. Nilai-nilai disiplin, moral, tanggung jawab, dan kekompakan yang diperoleh peserta harus terus dipupuk melalui pembinaan berkelanjutan.

 

Selain itu, peserta juga diingatkan agar tidak menjadikan kemenangan sebagai tujuan utama. Baginya, keberhasilan sesungguhnya terletak pada proses belajar dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan.

 

“Apapun hasil penilaian juri, kita harus menghargai dan menerimanya. Yang terpenting adalah karakter, moral, kedisiplinan, dan kekompakan yang terbentuk selama proses ini,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Andi Asman juga mengungkapkan rencana Pemerintah Kabupaten Bone menghadirkan SMA Taruna Nusantara di Bone. Pemkab bahkan telah menyiapkan lahan sekitar 20 hektare untuk mendukung program tersebut.

 

Ia berharap peserta Polcil yang saat ini sedang belajar disiplin dan kepemimpinan dapat menjadi bagian dari generasi yang nantinya mengisi sekolah unggulan tersebut.

 

“Semoga putra-putri Polcil ini kelak ada yang menjadi siswa terpilih di SMA Taruna Nusantara Kabupaten Bone,” harapnya.

 

Kepada para orang tua dan pendamping, Andi Asman berpesan agar pembinaan karakter anak terus dilanjutkan di lingkungan keluarga maupun sekolah. Menurutnya, generasi emas tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui proses panjang yang dimulai sejak usia dini.

 

Dari langkah yang serempak dan aba-aba yang mereka ikuti di Lapangan Basket Manunggal Watampone, tersimpan harapan besar bagi masa depan Sulawesi Selatan. Polcil menjadi salah satu pintu masuk untuk membentuk generasi yang disiplin, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman. (*)

Zatera News