1.043 Mahasiswa KKN IAIN Bone Siap Turun Desa, Pemkab Bidik Dampak Nyata untuk Pengentasan Kemiskinan

BONE 23 Jul 2026 16:15 2 min read 79 views By Yusnadi

Share berita ini

1.043 Mahasiswa KKN IAIN Bone Siap Turun Desa, Pemkab Bidik Dampak Nyata untuk Pengentasan Kemiskinan
Sebanyak 1.043 mahasiswa akan diterjunkan ke 10 kecamatan, yakni Awangpone, Cenrana, Salomekko, Kajuara, Patimpeng, Kahu, Libureng, Bontocani, Lamuru, dan Tellu Limpoe.

BONE, ZATERANEWS.COM – Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak lagi diposisikan sekadar sebagai agenda akademik tahunan. Di Kabupaten Bone, ribuan mahasiswa akan diarahkan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjawab persoalan riil masyarakat, mulai dari kemiskinan, pemberdayaan ekonomi hingga penguatan kapasitas desa.

 

Komitmen itu mengemuka dalam audiensi antara Ketua Badan Pelaksana KKN IAIN Bone, Dr. Zakaria, dengan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, di Rumah Jabatan Bupati Bone.

 

Pertemuan tersebut membahas sinkronisasi program KKN IAIN Bone Tahun 2026 dengan agenda prioritas pembangunan daerah agar kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat mampu memberikan dampak yang lebih terukur dan berkelanjutan.

 

Sebanyak 1.043 mahasiswa akan diterjunkan ke 10 kecamatan, yakni Awangpone, Cenrana, Salomekko, Kajuara, Patimpeng, Kahu, Libureng, Bontocani, Lamuru, dan Tellu Limpoe.

 

Mereka tidak hanya menjalankan program pengabdian kampus, tetapi juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan yang mendukung pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhan desa masing-masing.

 

Ketua Badan Pelaksana KKN IAIN Bone, Dr. Zakaria, mengatakan program yang dijalankan mahasiswa dirancang selaras dengan arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Bone.

 

Menurutnya, mahasiswa diharapkan hadir sebagai agen perubahan yang mampu membantu masyarakat menemukan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di tingkat desa.

 

“Program-program mahasiswa akan diarahkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat sehingga mampu memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan sesuai kebutuhan di setiap desa,” ujarnya.

 

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa akan berkontribusi dalam berbagai bidang, mulai dari penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, edukasi kesehatan, literasi, lingkungan, hingga penguatan kelembagaan desa dan pembinaan keagamaan.

 

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menyambut positif langkah IAIN Bone yang menyelaraskan program KKN dengan kebutuhan pembangunan daerah. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah menjadi modal penting untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan sosial di masyarakat.

 

Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat menjadi energi baru bagi pemerintah desa dalam menjalankan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

 

Bagi Pemkab Bone, ribuan mahasiswa yang turun langsung ke desa merupakan potensi besar yang dapat membantu memperkuat program pemerintah hingga ke tingkat akar rumput, terutama dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan.

 

Sesuai jadwal, Bupati Bone akan memimpin langsung pelepasan 1.043 mahasiswa KKN IAIN Bone pada 4 Agustus 2026 di Kampus IAIN Bone sebelum mereka diberangkatkan ke lokasi penugasan masing-masing.

 

Jika berjalan sesuai harapan, KKN tahun ini bukan hanya menjadi ruang belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi gerakan kolaboratif yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat desa dan memperkuat upaya pembangunan yang lebih inklusif di Kabupaten Bone. (*)

Zatera News