Bupati Bone Peluk Keluarga Balita Korban Kecelakaan, Serahkan Santunan dan Siapkan Bantuan Sosial

BONE 07 Aug 2026 20:36 3 min read 74 views By Yusnadi

Share berita ini

Bupati Bone Peluk Keluarga Balita Korban Kecelakaan, Serahkan Santunan dan Siapkan Bantuan Sosial
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengunjungi rumah duka balita berusia empat tahun yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Kota Watampone, Kamis (6/8/2026) malam. Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyerahkan santunan duka sebesar Rp10 juta sekaligus memastikan pemerintah daerah memberikan pendampingan kepada keluarga korban.

BONE, ZATERANEWS.COM — Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengunjungi rumah duka balita berusia empat tahun yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Kota Watampone, Kamis (6/8/2026) malam. Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyerahkan santunan duka sebesar Rp10 juta sekaligus memastikan pemerintah daerah memberikan pendampingan kepada keluarga korban.

 

Suasana haru menyelimuti rumah duka saat Andi Asman bertemu langsung dengan keluarga almarhumah Gina (4), putri pasangan Abd. Rahman dan Herniati yang meninggal dunia setelah menjadi korban kecelakaan sehari sebelumnya.

 

Bupati Bone hadir didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Hj. Andi Tenriawaru, Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Andi Irmayani, Camat Tanete Riattang Barat Amin Jaya, serta Camat Barebbo A. Yusuf.

 

Di hadapan keluarga korban, Andi Asman mengaku memahami duka yang dirasakan orang tua korban. Ia mengenang pengalaman pribadinya saat kehilangan putri tercinta akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2010.

 

Kala itu, dirinya masih menjabat sebagai Lurah Majang dan harus menghadapi kehilangan anak yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak.

 

“Rasa sakit yang dirasakan ibu hari ini pernah saya rasakan. Saya pernah kehilangan anak karena kecelakaan. Tidak ada orang tua yang siap menerima kenyataan seperti ini,” ujar Andi Asman dengan mata berkaca-kaca.

 

Ia mengajak keluarga untuk tetap tabah dan mengikhlaskan kepergian sang buah hati.

 

“Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan. Kita berdoa agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Tidak mudah menerima cobaan seperti ini, tetapi kita harus belajar mengikhlaskan,” katanya.

 

Bupati juga meminta seluruh anggota keluarga untuk terus mendampingi orang tua korban agar tidak menghadapi masa-masa sulit seorang diri.

 

Selain menyampaikan belasungkawa, Andi Asman menyerahkan santunan duka sebesar Rp10 juta kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.

 

Tak hanya itu, Pemkab Bone juga berencana memberikan bantuan sosial kepada keluarga setelah melihat kondisi ekonomi yang dinilai membutuhkan perhatian lebih.

 

“Kami melihat keluarga ini memiliki tanggungan yang cukup banyak. Pemerintah Kabupaten Bone akan mengupayakan bantuan sosial melalui program keluarga kurang mampu agar dapat membantu meringankan beban mereka,” jelasnya.

 

Menurut Andi Asman, kehadiran pemerintah tidak hanya diwujudkan melalui program pembangunan, tetapi juga melalui empati dan kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi musibah.

 

“Kami sudah menyerahkan bantuan belasungkawa. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan semangat untuk melewati cobaan ini,” ujarnya.

 

Diketahui, kecelakaan yang merenggut nyawa balita tersebut terjadi di perempatan Jalan Ahmad Yani–Jalan Besse Kajuara, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.

 

Peristiwa itu terjadi saat berlangsung kegiatan gerak jalan dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan melibatkan sebuah mobil Daihatsu Xenia yang dikemudikan seorang perwira polisi dengan sepeda motor Honda Scoopy yang membawa tiga orang penumpang.

 

Polres Bone menyatakan penanganan kasus tersebut dilakukan secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Oknum polisi yang terlibat juga telah menjalani penempatan khusus selama proses pemeriksaan berlangsung.

 

Kunjungan Bupati Bone ke rumah duka menjadi simbol kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang berduka, sekaligus memastikan keluarga korban mendapatkan dukungan moral dan perhatian sosial pasca musibah. (*)

 
 
 
 
 
 
 
Zatera News