Dari 443 Pendaftar, Hanya 70 Terpilih: Bupati Bone Siapkan Kader Pemimpin Lewat Diklat Paskibraka

BONE 30 Jul 2026 17:41 2 min read 78 views By Yusnadi

Share berita ini

Dari 443 Pendaftar, Hanya 70 Terpilih: Bupati Bone Siapkan Kader Pemimpin Lewat Diklat Paskibraka
Bupati Bone menyebut para peserta yang lolos bukan hanya dipersiapkan untuk mengibarkan Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga sedang ditempa menjadi generasi yang memiliki disiplin, integritas, dan jiwa kepemimpinan.

BONE, ZATERANEWS.COM — Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan sekadar kehormatan berdiri tegak saat upacara kemerdekaan. Di Kabupaten Bone, proses itu dipandang sebagai ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan bagi generasi muda.

 

Pandangan tersebut ditegaskan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, saat membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Paskibraka Kabupaten Bone Tahun 2026 di Stadion Lapatau Matanna Tikka, Kamis (30/7/2026).

 

Sebanyak 70 pelajar terpilih mengikuti diklat setelah melewati persaingan ketat dari 443 pendaftar yang berasal dari berbagai SMA, SMK, MAN, hingga pondok pesantren di Kabupaten Bone.

 

Bupati Bone menyebut para peserta yang lolos bukan hanya dipersiapkan untuk mengibarkan Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga sedang ditempa menjadi generasi yang memiliki disiplin, integritas, dan jiwa kepemimpinan.

 

“Saya percaya kegiatan ini penuh dengan pengorbanan. Di sinilah kalian ditempa menjadi pribadi yang disiplin dan berkarakter. Ini menjadi pondasi penting untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Andi Asman.

 

Menurutnya, pendidikan dan pelatihan Paskibraka memiliki makna lebih luas dibanding latihan baris-berbaris semata. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun mental tangguh, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama yang akan dibutuhkan peserta di masa depan.

 

Karena itu, ia meminta seluruh calon Paskibraka mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh dan menjadikan kesempatan tersebut sebagai momentum pengembangan diri.

 

Bupati juga mengingatkan bahwa tugas mengibarkan Bendera Merah Putih bukan sekadar rangkaian kegiatan seremonial tahunan. Tugas itu merupakan simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan bentuk komitmen generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.

 

“Saya berharap amanah sebagai pengibar bendera dapat dijalankan secara sempurna dan paripurna. Dibutuhkan konsentrasi penuh karena tugas mengibarkan Sang Merah Putih bukanlah permainan, melainkan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendiri bangsa,” tegasnya.

 

Ia pun mengajak seluruh peserta untuk mensyukuri kesempatan yang tidak dimiliki semua pelajar.

 

“Kalian adalah siswa-siswi terpilih yang mendapat kehormatan menjadi delegasi Kabupaten Bone. Tidak semua orang memiliki kesempatan berada dalam barisan Paskibraka. Jalankan tugas ini dengan bangga, seolah-olah kalian sedang bertugas di Istana Negara,” pesannya.

 

Diklat Paskibraka 2026 akan menjadi tahapan akhir pembentukan fisik, mental, disiplin, dan kekompakan sebelum para peserta menjalankan tugas pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten Bone.

 

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Bone berharap lahir generasi muda yang tidak hanya sukses menjalankan tugas kenegaraan, tetapi juga tumbuh sebagai teladan di lingkungan masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai patriotisme, integritas, kedisiplinan, dan semangat pengabdian. (*)

 
 
Zatera News