Di Hadapan 180 Mahasiswa Baru, Wabup Bone Ingatkan Bahaya Jadi Budak Algoritma

BONE 20 Aug 2026 18:03 3 min read 47 views By Yusnadi

Share berita ini

Di Hadapan 180 Mahasiswa Baru, Wabup Bone Ingatkan Bahaya Jadi Budak Algoritma
Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin, memberikan kuliah umum pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 Universitas Negeri Makassar (UNM) Kampus Bone, Rabu (19/8/2026).

BONE, ZATERANEWS.COM – Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin, mengingatkan mahasiswa baru agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menguasainya untuk menciptakan solusi dan inovasi.

 

Pesan itu disampaikan saat memberikan kuliah umum pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 Universitas Negeri Makassar (UNM) Kampus Bone, Rabu (19/8/2026).

 

Di hadapan 180 mahasiswa baru, Andi Akmal menyoroti tantangan generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi yang semakin memengaruhi pola pikir, perilaku, hingga cara berinteraksi di masyarakat.

 

“Digitalisasi adalah pembantu, bukan pengganti. Kuasai teknologi, tetapi jangan sampai kita menjadi budak algoritma. Jadilah kreator solusi, termasuk menciptakan inovasi pendidikan berbasis digital,” tegasnya.

 

Menurutnya, penggunaan teknologi yang tidak bijak dapat memicu berbagai persoalan sosial, mulai dari penyebaran hoaks, perundungan digital, hingga menurunnya kemampuan berpikir kritis dan interaksi sosial.

 

Karena itu, mahasiswa dituntut tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

 

Andi Akmal menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Negara-negara maju, kata dia, mampu berkembang karena menjadikan pendidikan sebagai investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia.

 

“Kalau kita berbicara tentang Indonesia Emas 2045, fondasinya adalah pendidikan. Negara-negara maju menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama karena mereka sadar pendidikan adalah kunci kemajuan bangsa,” ujarnya.

 

Ia juga mengajak mahasiswa menjadikan proses belajar sebagai perjalanan sepanjang hayat, bukan sekadar sarana memperoleh gelar akademik.

 

“Belajarlah sepanjang hayat. Jangan menjadikan pendidikan hanya sebagai formalitas,” pesannya.

 

Dalam kesempatan itu, Andi Akmal menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone untuk memperkuat sektor pendidikan dan mendorong daerah tersebut berkembang sebagai pusat pendidikan di kawasan.

 

Selain penguasaan ilmu dan teknologi, mahasiswa juga diminta tetap menjunjung nilai-nilai budaya lokal seperti sipakatau dan sipakalebbi sebagai fondasi pembentukan karakter.

 

Menurutnya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) memiliki tanggung jawab besar karena kelak akan berada di garis depan dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

 

“Adik-adik mahasiswa yang hadir hari ini akan menjadi salah satu penentu nasib anak-anak kita 40 tahun ke depan. Karena itu, perjalanan akademik ini harus dimulai dengan tekad untuk menguasai ilmu, teknologi dan karakter,” katanya.

 

Ia juga mengajak mahasiswa membangun jejaring dan memperkuat kolaborasi lintas disiplin ilmu. Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan perguruan tinggi, pendidik, mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat.

 

“Kabupaten tidak dibangun oleh individu, tetapi oleh supertim. Membangun daerah membutuhkan kolaborasi, sistem yang kuat dan sumber daya manusia yang berkualitas,” pungkasnya.

 

Kegiatan PKKMB tersebut menjadi langkah awal bagi 180 mahasiswa baru UNM Kampus Bone untuk mengenal dunia akademik sekaligus memperkuat kapasitas diri sebagai generasi yang akan berperan dalam pembangunan daerah dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Zatera News