Jelang Pernikahan, Yuli Nofita Sari Jalani Mappacci, BupAAS Titip Doa Kebahagiaan
BONE, ZATERANEWS.COM — Yuli Nofita Sari segera memasuki babak baru dalam kehidupannya. Menjelang pernikahan dengan Akri Mulki, staf DPRD Bone tersebut menjalani prosesi mappacci, tradisi adat Bugis yang sarat makna sebagai simbol penyucian diri sekaligus doa menuju kehidupan rumah tangga.
Prosesi berlangsung khidmat di Kabupaten Bone, Kamis (27/8/2026) malam. Keluarga, kerabat, dan sahabat hadir memberikan doa serta restu bagi calon mempelai yang akan segera mengikat janji suci pernikahan.

Di antara para tamu yang hadir tampak Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS). Kehadirannya menjadi bentuk dukungan dan doa bagi Yuli dan Akri yang tengah bersiap menapaki fase baru kehidupan mereka.
BupAAS hadir didampingi Ketua PAN Bone, Andi Wahyudi Taqwa. Dalam suasana penuh kekeluargaan, ia terlihat berbincang dengan keluarga dan memberikan ucapan selamat kepada calon pengantin.
Bagi masyarakat Bugis, mappacci bukan sekadar rangkaian adat menjelang pernikahan. Tradisi ini mengandung harapan agar calon pengantin memasuki kehidupan rumah tangga dengan hati yang bersih, niat yang baik, serta kesiapan menjalani tanggung jawab baru.
Dalam kesempatan tersebut, BupAAS mendoakan agar seluruh proses menuju pernikahan Yuli dan Akri berjalan lancar serta dipenuhi keberkahan.
“Yang terpenting malam ini adalah kebahagiaan. Kita semua tentu mendoakan semoga Yuli dan Akri diberikan kelancaran sampai hari pernikahan dan nantinya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” ujar Andi Asman.
Ia berharap pasangan tersebut dapat membangun rumah tangga yang harmonis, penuh cinta, dan senantiasa diberi kesehatan serta keberkahan.
“Semoga apa yang menjadi harapan dan cita-cita mereka berdua bisa terwujud. Mudah-mudahan rumah tangganya selalu diberikan ketenangan, kebahagiaan, kesehatan dan keberkahan,” lanjutnya.
Menurut BupAAS, setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Karena itu, momen mappacci menjadi titik penting untuk menatap masa depan dengan optimisme dan harapan baru.
“Setiap orang punya perjalanan hidup masing-masing. Hari ini kita melihat Yuli memasuki fase baru dalam kehidupannya. Mari kita doakan yang terbaik untuknya,” tuturnya.
Malam mappacci tersebut berlangsung dalam nuansa hangat dan penuh kebersamaan. Di tengah lantunan doa dan tradisi yang dijaga turun-temurun, Yuli dan Akri menerima restu dari keluarga serta para tamu yang hadir.
Prosesi itu menjadi penanda dimulainya perjalanan baru bagi keduanya, dengan harapan rumah tangga yang akan dibangun kelak senantiasa diliputi kebahagiaan, ketenteraman, dan keberkahan. (*)
Related Articles