Saat Kekeringan Mengancam, Prajurit Yonarmed 21/Kawali Gelar Sholat Istisqa di Markas Meriam

BONE 01 Sep 2026 18:16 2 min read 72 views By Elin Marlina

Share berita ini

Saat Kekeringan Mengancam, Prajurit Yonarmed 21/Kawali Gelar Sholat Istisqa di Markas Meriam
Sebanyak 200 personel Yonarmed 21/Kawali bersama aparatur sipil negara (ASN) menggelar Sholat Istisqa di Garasi Meriam Yonarmed 21/Kawali, Desa Bengo, Kabupaten Bone, Senin (31/8/2026).

BONE, ZATERANEWS.COM – Ancaman kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat mendorong prajurit Yonarmed 21/Kawali menempuh ikhtiar spiritual. Sebanyak 200 personel bersama aparatur sipil negara (ASN) menggelar Sholat Istisqa di Garasi Meriam Yonarmed 21/Kawali, Desa Bengo, Kabupaten Bone, Senin (31/8/2026).

 

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut instruksi Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, sekaligus bentuk kepedulian terhadap dampak musim kemarau yang berpotensi memicu krisis air, gagal panen, hingga kebakaran lahan.

 

Komandan Yonarmed 21/Kawali, Letkol Arm Rianto Hartomo, mengatakan Sholat Istisqa menjadi momentum untuk memohon turunnya hujan sekaligus memperkuat kesadaran spiritual prajurit dalam menghadapi persoalan yang dihadapi masyarakat.

 

"Kita memohon ampun atas segala khilaf dan dosa kepada Allah SWT, serta memohon diturunkannya hujan yang membawa berkah dan rahmat bagi kehidupan. Hujan yang mampu menyuburkan bumi, memadamkan bara api, serta melindungi masyarakat dari ancaman kekeringan dan gagal panen," ujarnya, Selasa (1/9/2026).

 

Pelaksanaan sholat dipimpin Ustadz Aqib yang juga menyampaikan khutbah tentang pentingnya muhasabah di tengah ujian alam yang sedang dihadapi.

 

Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah memperbanyak istighfar dan menjadikan kekeringan sebagai pengingat untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

 

"Hari ini kita berkumpul memohon agar Allah mengakhiri kekeringan. Semoga hujan yang turun mampu memenuhi kebutuhan air, menyelamatkan pertanian warga, menyuburkan tanah, dan menjauhkan kita dari berbagai bencana," tuturnya.

 

Suasana Garasi Meriam yang sehari-hari menjadi pusat aktivitas alutsista berubah menjadi hamparan sajadah. Ratusan prajurit tampak larut dalam doa, memanjatkan harapan agar hujan segera turun dan membawa manfaat bagi masyarakat.

 

Kegiatan berlangsung aman dan tertib. Bagi Yonarmed 21/Kawali, menghadapi ancaman kekeringan tidak hanya dilakukan melalui kesiapsiagaan di lapangan, tetapi juga melalui ikhtiar spiritual sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. (*)

 
 
 
 
Zatera News